Categories
Artikel Mukena

Menggunakan Mukena Berwarna Hitam, Apakah Boleh ?

Indonesia menjadi negara dengan mayoritas penduduknya beragama Muslim. Perihal berbusana, Agama Islam telah mengajarkan batasan-batasan aurat bagi laki-laki dan perempuan, sehingga sudah sepantasnya bagi mereka untuk mengikuti aturan tersebut. 

Dengan jumlah pemeluk agama Islam yang cukup banyak, Indonesia menjadi salah satu kiblatnya pakaian Muslimah di dunia. Makanya, sangat mudah bagi siapa pun untuk mencari pakaian Muslimah di Indonesia. Tidak terkecuali mukenah. 

Sumber :  ‏?? في عین الله on Unsplash

Salah satu mukena yang sedang tren adalah mukena dengan warna hitam. Mukena warna hitam banyak dipilih karena banyak yang menganggap mukena tersebut elegan dan juga bagus untuk dikenakan. Walaupun banyak sekali mukena dengan berbagai warna, motif, dan juga model, tetapi banyak yang belum mengetahui dengan pasti mengenai hukumnya. Sering banyak yang menanyakan bolehkah mengenakan mukena warna hitam. 

Dalam islam sendiri seorang perempuan muslim diwajibkan untuk menutup auratnya, salah satunya dari pakaian yang mereka kenakan. Perempuan muslim diwajibkan untuk menggunakan kerudung. Tetapi terkadang pada saat hendak sholat, kita ragu apakah pakaian yang digunakan sudah bersih dari berbagai najis, sehingga perempuan muslim lebih memilih menggunakan mukena.

BACA JUGA :

Haruskah Muslimah Memakai Pakaian Warna Gelap? 

Berbagai Negara Islam dan Pandangannya Mengenai bolehkah mengenakan mukena warna yang hitam
Dalam hukum islam sendiri sebenarnya ketika hendak melakukan sholat yang paling utama syaratnya adalah harus menutup aurat, selain itu juga harus bersih serta suci, tidak terkena dari najis. Didalam islam sendiri tidak ada ketentuan apakah harus memakai mukena yang warna putih saja atau bisa warna lainnya. Sehingga menggunakan mukena dengan warna putih, hitam, atau yang lain bukan masalah. Berbagai contoh penggunaan mukena selain warna putih :
– Wanita muslimah Arab Saudi sendiri lebih memilih mukenah warna hitam yang biasanya juga digunakan untuk menunaikan sholat.
– Wanita muslim di Turki lebih memilih warna krem baik dari pakaian dan juga mukena yang digunakan untuk sholat.

mukena warna hitam
Contoh Mukena berwarna hitam dari lamia outfit

Hukum Menggunakan Mukena Berwarna Hitam

Tetapi memang dalam hadist ditemukan bahwa sebaiknya pakaian adalah yang berwarna putih tetapi tidak berarti pakaian atau mukena dengan warna lainnya tidak baik untuk digunakan. ada beberapa hal yang perlu untuk diperhatikan. Misalnya saja sebaiknya mukena yang digunakan tidak terdapat gambar atau motif yang membuat orang lain menjadi tidak khusyu terutama pada saat Anda sholat berjamaah. Karena jika menggunakan mukena dengan motif yang berlebihan tentu akan menarik perhatian orang lain dan membuat orang tersebut menjadi tidak khusyu.

 

Categories
Artikel Mukena

Tips Membuat Mukena Putih Lama Kamu Menjadi Seperti Baru

Biasanya bulan Ramadhan atau  bahkan menjelang Idul Fitri identik dengan baju dan perlengkapan salat baru. Muslimah banyak yang membeli mukena baru. Tapi, bukan berarti kamu harus membuang mukena putih lama kamu. Berikut ini telah kami cara menyulap mukena putih yang kusam dan bernoda menjadi seperti baru lagi dengan bahan-bahan sederhana.

Buah mengkudu
Buah mengkudu yang terkenal pahit ini, dapat digunakan untuk memutihkan mukena putih yang kusam.  

Ilustrasi : Buah Mengkudu untuk mencuci mukena

 Pertama kupas lah satu buah mengkudu, kemudian dihaluskan dengan menggunakan blender. 

Kedua, siapkan ember berisi air hangat dan masukan buah mengkudu yang sudah dihaluskan bersama dengan mukena kusam yang ingin diputihkan.

Ketiga, rendam mukena selama 30 menit. Dan terakhir, cuci dengan deterjen penghilang noda dan kembali bilas dengan air bersih.

Buah lemon

Ilustrasi: buah lemon untuk merendam mukena putih

 
Buah lemon memang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan vitamin C kamu, tapi juga dapat digunakan untuk memutihkan mukena lama kamu.
– Pertama, kupas dan memotong beberapa buah lemon yang masih fresh. Kemudian, masukan potongan lemon tersebut ke dalam panci berisi air panas.

– Tuangkan campuran air panas dan lemon tersebut ke dalam ember yang berisi mukena putih lama kamu. Rendam mukena tersebut selama 2 jam dan kemudian cuci dengan deterjen dan bilas hingga bersih.

Cuka Putih 

Ilustrasi : Cuka makanan bisa digunakan untuk memutihkan mukena putih

 Bahan ini biasanya menemani kamu ketika sedang menyantap bakso atau mie ayam.. Tapi, cuka yang terkenal asam ini terkenal dapat memutihkan pakaian yang sudah kusam, termasuk mukena putih lama kamu. Caranya ?

– Tuang 100 sampai 250 mililiter cuka putih ke dalam ember tempat kamu merendam mukena kamu yang kusam dan bernoda. 

– Lalu campur dengan deterjen atau sabun cuci khusus penghilang noda.

–  Untuk hasil yang maksimal, rendam mukenamu selama 10 menit sebelum kembali dicuci dan dibilas hingga bersih. Manfaat tambahan dari penggunaan cuka putih ini adalah membuat serat kain menjadi lebih lembut.

Baking Soda

Soda kue atau disebut juga baking soda merupakan salah satu bahan makanan tambahan yang mengandung bahan kimia sodium bikarbonat atau natrium bikarbonat.

Ilustrasi: Baking soda juga bisa digunakan untuk membersihkan noda pada kain putih

 
Baking soda mempunyai manfaat untuk memutihkan dan menyamarkan noda dalam pakaian. Caranya :

– Tambahkan satu gelas baking soda ke dalam 4 liter air bersih yang akan digunakan untuk merendam mukena kamu.

– Rendam mukenamu selama 5 menit, angkat dan cuci dengan dengan deterjen penghilang noda favorit kamu. Noda membandel yang ada di mukena kamu akan lebih mudah dibersihkan.

Categories
Artikel Mukena

Tips Memilih Mukena untuk Anak

 Momen di bulan Ramadhan, bisa jadi waktu tepat untuk Anda mengajari anak salat. Selain baik untuk membiasakan si kecil, bisa saja anak jadi lebih semangat karena suasana Ramadhan yang lebih semarak. Meski tahun ini masih pembatasan ibadah karena covid-19, pastikan untuk membuat suasana di bulan puasa tahun ini tetap berkesan buat anak. 

Ilustrasi: Muslimah Mengenakan Mukena

Tapi bicara soal belajar salat, bila anak Anda perempuan tentu Anda perlu menyiapkan mukena kecil untuknya. Jangan sampai salah pilih mukena ya. Corak  tau gambar lucu atau model yang kekinian saja tidak cukup.
Berikut ini adalah rangkuman yang perlu Anda perhatikan ketika memilihkan mukena untuk anak.

1. Ukuran pas
Mukena yang terlalu besar atau kecil jelas tidak nyaman bagi anak. Anda perlu memilih mukena yang pas dengan ukuran badan dan usia anak. Atasan yang terlalu besar bisa menghalangi pandangan anak. Sementara bawahan yang kebesaran atau terlalu panjang, bisa menyebabkan anak terjungkal atau tersungkur saat mengenakannya.
Bila sulit menemukan penjual mukena kecil untuk balita, minta penjahit langganan Anda mengecilkan dengan menjahit sementara. Bila nanti anak bertambah besar, jahitan bisa Anda buka kembali.

2. Karet pinggang dan kepala
Pastikan karet pinggang dan kepala mukena cukup fleksibel ditarik dan tidak terlalu kencang menekan. Sebaliknya, jangan pula karetnya terlalu kendor yang bisa mengakibatkan mukena melorot atau mudah terlepas. Apalagi, di usia balita anak cenderung lebih aktif bergerak.
Perhatikan bagian lingkar wajah anak pas. Jikapun ternyata kelebihan besarnya, maka Anda perlu menjahit sementara atau menambahkan kancing untuk menyematnya. Hindari mengecilkan dengan peniti karena dapat menusuk leher si kecil.

3. Bahan lembut dan adem  
Pilihlah bahan mukena yang lembut dan adem dipakai anak. Anda bisa memilih katun dengan kualitas yang baik. Rasa gerah dapat menbuat anak tidak nyaman hingga ia merasa pengalaman beribadahnya tidak menyenangkan.

Categories
Artikel Mukena

TIPS MERAWAT MUKENA SUPAYA IBADAH DI BULAN RAMADHAN MAKIN KHUSUK

Berbicara soal ibadah saat bulan Ramadhan 1442 H yang Insya Allah akan segera tiba, salah satu perlengkapan ibadah yang dikenakan perempuan saat salat adalah mukena. Perlengkapan salat untuk perempuan ini biasanya menutupi seluruh bagian tubuh, dan memiliki bahan katun atau silk yang adem saat dipakai. 

Ilustrasi : Muslimah sedang shalat

Sayangnya, mukena mudah bau apek dan timbul jamur (bintik hitam) pada bagian depan karena sering digunakan dalam kondisi wajah yang basah atau lembap. Kondisi mukena bau apek ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan tersendiri saat beribadah. Agar ibadah Anda semakin khusyuk, yuk simak tips merawat mukena agar tidak mudah rusak dan bau apek berikut ini.


1. Cuci mukena menggunakan tangan

Mencuci Mukena Secara Manual


 

Kalau sering mencuci pakain dengan mesin cuci, maka kecualikan untuk mukena. Sangat disarankan mencuci mukena menggunakan tangan. Banyak mukena yang terbuat dari bahan yang halus, dan bahan seperti rayon sangat mudah keriput kalau dipaksakan di mesin cuci dan dicampur dengan jenis pakaian lain.

BACA JUGA : MUKENA LAMIA

2. Jangan gunakan pemutih 

Hindari menggunakan pemutih secara berlebihan karena bisa menyebabkan serat kain cepat rusak. Jika bahan mukena memiliki banyak detail bordir, ada baiknya cuci dengan cara direndam saja agar bordiran tidak cepat rusak.

3. Jangan terkena sinar matahari berlebihan


 

Tips ketiga yang bisa kamu lakukan adalah hindari paparan panas sinar matahari berlebih ketika menjemur mukena. Sangat disarankan pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Warna mukena tetap cerah jika menggunakan tips ini.

4. Gunakan pelicin pakaian


 

Sama seperti pakaian lain, saat menyetrika mukena gunakan pelicin pakaian agar membuat mukena tetap rapi dan wangi.

5. Simpan dengan cara digantung


Penyimpanan mukena juga penting diperhatiknan. Cara terbaik,  simpan mukena dengan cara digantung untuk menghindari risiko timbulnya bau apek.

Categories
Artikel Mukena

4 Tips Memilih Mukena Agar Ibadah di Bulan Ramadhan

 Mukenah atau mukena, merupakan perlengkapan ibadah yang digunakan oleh wanita wajib dimiliki agar bisa melaksanakan ibadah sesuai ketentuan yakni menutup seluruh anggota tubuh kecuali wajah. Banyak yang membeli mukenah tanpa memperhatikan aspek lainnya. Padahal mukenah memgang peranan penting agar ibadah berjalan lancar dan nyaman. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih mukena agar terasa nyaman saat digunakan?

1.Pilih yang bahannya pas
Ketahu jenis bahan / material mukenah yang akan kamu beli. Bahan yang kainnya terasa ‘dingin’ bisa membuat ibadah kamu lebih khusyuk. Sebaliknya, mukena dengan bahan panas justru membuat kamu gerah saat ibadah karena dipakai dalam jangka waktu yang lama.

Ilustasi : Mukena dengan bahan rayon.

 Bahan mukena yang sangat direkomendasikan adalah katun, bisa katun rayon, katun paris, atau jenis katun lainnya. Bahan-bahan tersebut membuat mukenah terasa nyaman dan dingin meski dipakai dalam jangka waktu yang lama. Sebaliknya, hindari bahan yang membuat tubuh mudah panas, seperti kain parasut, abutai serta kain spandek. Kain-kain dengan jenis tersebut sifatnya tidak menyerap keringat

ARTIKEL LAIN : MUKENA LAMIA

2. Motif
Saat ini berbagai macam pilihan motif mukena beredar di pasaran. Motif bunga-bunga mungkin menjadi pilihan favorit. Selain cantik, motif tersebut mencerminkan feminitas bagi sang pemakai.
Tapi, sangat disarankan memilih mukena dengan motif yang tidak terlalu ramai. Hal tersebut tentunya untuk menghindari kesan berlebihan dan prasangka orang lain terhadapmu.

ARTIKEL LAIN :  Bagaimana Hukum Mengenakan Mukena Berwarna-warni?

3.Usahakan Punya Mukena Lebih Dari Satu

 Banyak memang muslimah yang kita jumpai hanya memiliki satu jenis mukena. Pemakaian terus menerus mukena, membuat mukena menjadi singkat umurnya. Setidaknya kamu harus memiliki dua mukena agar bisa dipakai secara bergantian. Tak perlu membeli mukenah dengan label tertentu, namun yang terpenting mukena tersebut nyaman untuk kamu gunakan. Bahan berkualitas memang sebanding dengan harga yang ditawarkan. Namun kamu tetap bisa memilih mukena berkualitas dnegan harga yang terjangkau.

4. Harga

Ilustrasi : Mukena Lamia dengan harga terjangkau

Sudah sering disebut, harga menentukan kualitas. Ya, bisa jadi benar adanya. Namun, faktanya banyak mukena yang bukan dari brand terkenal dengan harga terjangkau masih tetap menawarkan kenyamanan dan keindahan. Jadi, jangan sampai membuang-buang uangmu dengan sia-sia. Ingatlah memiliki mukena mahal bukanlah tujuan, melainkan bagaimana keikhlasan kita beribadah di depan Allah SWT.

Categories
Artikel Mukena Artikel Muslimah

Mukena Terkena Air Liur Saat Tertidur, Apakah Najis?

 Tak jarang Muslimah tertidur setelah melaksanakan shalat. Dalam tidurnya dia masih mengenakan mukena. Bagaimana hukum mukena bila terkena air liur selama tidur?

Di antara syarat sahnya shalat adalah harus suci dari najis dan hadas. Suci dari najis baik badan, pakaian dan tempatnya. Barang najis itu ada yang ringan (mukhoffafah) seperti kencing bayi lelaki yang belum makan nasi, cara membersihkannya cukup disiram dengan air yang suci melebihi jumlah kencing sudah menjadi suci kembali. 

muslimah shalat
Sumber: @artnahla

Ada najis yang berat (mughalladzah) seperti najisnya anjing, cara mencucinya harus disiram tujuh kali di antaranya harus dicampur debu. Dan ada najis yang sedang (mutawassithah) seperti kotoran hewan, manusia, setiap sesuatu yang cair yang keluar dari perut manusia,  darah dan lain-lain, cara mencucinya harus dibasuh dengan air yang suci sampai hilang bau, warna, dan rasanya.

 Air liur adalah air yang keluar  melalui mulut manusia pada saat tidur. Apakah ini najis? Hal ini perlu ditelusuri dari mana datangnya air liur tersebut. Jika air liur itu keluar dari lambung atau perut (madidah) maka hukumnya najis. Tetapi kalau hanya keluar dari tenggorokan saja maka air liur itu tidak najis.  

Syekh Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani menjelaskan, “Air yang mengalir dari mulut orang yang sedang tidur (air liur) itu najis jika keluar dari lambung atau perut (maiddah), seperti keluarnya berwarna kuning dan kental. Tetapi tidak najis kalau keluar dari selain lambung atau ragu apakah dari lambung atau tidak, maka itu suci. Ya, kalau seorang kena cobaan dengan selalu mengeluarkan  air liur tanpa bisa ditahan itu  dimaafkan  dan tidak najis.” (Nihayat az-Zein : 40)

Jika Anda selesai shalat tertidur dan kepala rata dengan badan tidak pakai bantal maka sangat mungkin air liur yang keluar, jika kental dan berwarna kekuning-kuningan, itu dari perut dan jika mengenai badan atau mukena  hukumnya najis dan kalau mukenanya najis maka tidak sah digunakan untuk shalat.

Tetapi jika Anda tidur memakai bantal dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan serta  air liur yang keluar berwarna bening, kemungkinan besar air liur tersebut keluar dari teggorokan, maka air liur tersebut suci dan boleh dipakai shalat.

Namun alangkah baiknya kalau mukenanya terkena air liur segera dicuci sebelum dipakai shalat lagi. Karena Allah SWT memerintahkan agar ketika kita shalat memakai pakaian yang paling baik dan bersih, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al A’raf ayat 31, “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid. (shalat, tawaf  dan ibadah lain).”

Sumber

Categories
Artikel Mukena Artikel Muslimah

Bagaimana Hukum Mengenakan Mukena Berwarna-warni?

Menjalankan ibadah salat merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Ada standar syariat yang mesti dilakukan untuk menutup aurat, baik laki-laki maupun perempuan ketika salat.

Jika laki-laki mengenakan sarung atau celana panjang, baju koko, dan kopiah. Maka perempuan mengenakan mukena yang lazim digunakan oleh muslimah di Indonesia.

Ilustrasi : Mukena dari Lamia

 Kali ini akan lebih khusus membahas mengenai mukena yang digunakan setiap perempuan muslimah ketika salat. Sebenarnya pada dasarnya pakaian yang digunakan ketika salat haruslah menutup aurat dan tidak menampakkan lekuk tubuh.

Lebih lanjut, mukena kini bukan lagi hanya sekadar kain putih penutup aurat saat salat, melainkan juga menjadi bagi dari item fashion. Kok bisa? Sebab, sudah menjamurnya beragam model, motif, dan warna pada mukena.

Lantas, melihat perkembangan mukena yang sudah banyak tersedia berbagai warna dan motif, sebenarnya bagaimana hukumnya dalam Islam?
Dalam hal ini, Nabi Muhammad SAW telah mengingatkan kepada umatnya untuk menghindari pakaian yang mengundang perhatian.
“Siapa yang memakai pakaian syuhrah di dunia, maka Allah akan memberinya pakaian hina pada hari kiamat.” (Ahmad, Abu Daud, Nasai dalam Sunan Al-Kubro, dan dihasankan Al-Arnauth)
 

Apa itu syuhrah?
Syuhrah adalah cara berpakaian yang terlihat tidak syari, dapat menarik perhatian orang karena warna atau motif terlalu mencolok, serta tampak mewah.
Dalam hal ini memang tidak ada dalil yang melarang atau mewajibkan penggunaan mukena bermotif atau berwarna-warni. Selama mukena yang digunakan tidak menunjukkan lekuk tubuh, maka ini diperbolehkan.

Namun, ada hal yang perlu kamu tahu, jika terdapat unsur pamer dalam pemakaian mukena, inilah yang jelas dilarang dan termasuk dalam syuhrah.

—————————————————————————————————————–

JIKA ANDA INGIN BERBELANJA MUKENA BISA LANGSUNG MELUNCUR KE:

KATALOG.SELLERMUKENA.COM

—————————————————————————————————————–

Maka, penggunaan mukena yang berwarna-warni selama hal ini tidak mengganggu kekhusyukan diri saat salat, menutup aurat, dan suci, maka hukumnya diperbolehkan.
Tetapi, jika mukena yang digunakan tidak nyaman, mengganggu kekhusyukan diri sendiri dan orang lain, maka sebaiknya gunakan mukena yang biasa saja ya. 

Sumber

 

Categories
Artikel Mukena Artikel Muslimah

Yang Harus Muslimah Perhatikan Jika Salat Tanpa Mukena

Mukena adalah salah satu barang yang wajib ada di tas perempuan muslimah. Namun, tidak menutup kemungkinan dari kita lupa untuk membawanya atau mengandalkan mukena umum yang biasa disediakan di masjid atau musala.

Jika sudah kepepet seperti itu, biasanya sebagai muslimah yang tidak memakai mukena, langsung melaksanakan salat menggunakan pakaian yang ia kenakan. Agar salat tanpa mukena tetap sah, apa sajakah prinsip dan aturan yang harus dipenuhi oleh para muslimah?

Ilustrasi : Sedang Sembahyang (Sumber:  brgfx – www(dot)freepik(dot)com)

 Menurut Ustazah Jihan Salsabila dalam media sosialnya menjelaskan ada 6 syarat berpakaian untuk muslimah ketika hendak melaksanakan salat tanpa menggunakan mukena. Apa sajakah itu ?

1. Pakaian menutup aurat, seluruh tubuh kecuali wajah dan kedua telapak tangan. Pastikan bahwa baju yang dikenakan tidak akan terbuka baik di bagian depan (perut, dada, dan sekitarnya), ataupun bagian belakang (punggung dan sekitarnya).
 

 2. Pastikan pergelangan tangan tertutup dengan baik dan rapat. Apabila lengan baju (gamis) sedikit terbuka, maka bisa disiasati dengan menggunakan hand shock yang rapat dan menutupi pergelangan. Sehingga ketika melakukan takbir, rukuk dan lainnya tidak terlihat lengannya dari celah ujung lengan pakaian tersebut.

3. Khimar atau menutup dada.
 

4. Menggunakan pakaian yang longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tidak transparan. Ini  merupakan prinsip dasar yang wajib dilaksanakan tidak hanya ketika salat, tetapi juga dalam berpakaian sehari-hari.
 

5. Memakai kaos kaki.
 

6. Memastikan seluruh pakaian dan tempat salat suci dan bersih, yaitu tidak menggunakan pakaian yang sudah jelas-jelas najis dan kotor.

SUMBER

Categories
Artikel Mukena

TIPS MERAWAT MUKENA

Mukena sebagai perlengkapan ibadah, seringsekali dipakai. Jika perawatan tidak benar, mukena seringkali mudah rusak. Berikut ini beberapa tips cara tepat untuk merawat mukena yang dirangkum dari berbagai sumber agar tetap awet ketika ingin digunakan:


1. Cuci mukena menggunakan tangan

Mencuci Mukena Secara Manual

 
Kalau sering mencuci pakain dengan mesin cuci, maka kecualikan untuk mukena. Sangat disarankan mencuci mukena menggunakan tangan. Banyak mukena yang terbuat dari bahan yang halus, dan bahan seperti rayon sangat mudah keriput kalau dipaksakan di mesin cuci dan dicampur dengan jenis pakaian lain.

2. Jangan gunakan pemutih 

Hindari menggunakan pemutih secara berlebihan karena bisa menyebabkan serat kain cepat rusak. Jika bahan mukena memiliki banyak detail bordir, ada baiknya cuci dengan cara direndam saja agar bordiran tidak cepat rusak.

3. Jangan terkena sinar matahari berlebihan


 

Tips ketiga yang bisa kamu lakukan adalah hindari paparan panas sinar matahari berlebih ketika menjemur mukena. Sangat disarankan pengeringan dengan cara diangin-anginkan. Warna mukena tetap cerah jika menggunakan tips ini.

4. Gunakan pelicin pakaian


 

Sama seperti pakaian lain, saat menyetrika mukena gunakan pelicin pakaian agar membuat mukena tetap rapi dan wangi.

5. Simpan dengan cara digantung


Penyimpanan mukena juga penting diperhatiknan. Cara terbaik,  simpan mukena dengan cara digantung untuk menghindari risiko timbulnya bau apek.

Categories
Artikel Mukena

MUKENA LAMIA

Tidak lama lagi umat muslim akan menghadapi bulan suci Ramadhan. Dan pelaksanan Ramadhan kali ini, masih sama seperti tahun lalu, masih berada di bawah bayang-bayang pandemi corona, meski program vaksin sudah berjalan. Proses pelaksanaan ibadah di bulan suci Ramadhan pun sepertinya masih akan dilakukan di rumah saja, atau mungkin dibuka di beberapa lokasi dengan prosedur kesehatan. Tentunya, hal ini untuk meminimalisir penyebaran virus. Meski demikian, itu diharapkan tidak menjadi halangan bagi umat muslim tetap bisa khusuk beribadah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.

—————————————————————————————————————–

JIKA ANDA INGIN BERBELANJA MUKENA BISA LANGSUNG MELUNCUR KE:

KATALOG.SELLERMUKENA.COM

—————————————————————————————————————–

Umumnya saat memasuki Ramadhan, berbagai persiapan khususnya masalah perlengkapan ibadah, menjadi perhatian. Tak terkecuali untuk wanita muslim yang tentu mencari mukena.  Mukena, meski merupakan perlengkapan beribadah kini mulai menjadi bagian dari tren fashion muslim. Mulai dari motif, model, dan bahan. 

Nah salah satu produk mukena yang kini ditawarkan ke pasar adalah mukena Lamia. Berikut ini adalah beberapa hal yang yang bisa bikin ibadah kamu makin nyaman saat menggunakan mukena Lamia :
1. Kualitas bahan premium
Produk nyaman untuk dikenakan dan tidak menerawang. Prioritas utama perusahaan ini adalah menyediakan mukena yang menyamankan ibadah setiap perempuan.

2. Polos
Yang menjadi favorit pelanggan belakangan ini adalah mukena polos tanpa motif dengan aksen renda. Menariknya, mukena yang ditawarkan tidak hanya berwarna putih atau krem, tetapi juga memiliki pilihan warna hitam dan ungu yang memberi kesan elegan dan mewah.

Jadi, meski saat Ramadhan nanti hanya beribadah di rumah atau akhirnya bisa sholat, tapi jangan mengganggu kekhusukan kamu ya.

Untuk pemesanan bisa dilakukan di : https://katalog.sellermukena.com