Categories
Artikel

Rahasia Di balik Gerakan Sholat

Banyak yang menganggap bahwa gerakan sholat ya, sekedar gerakan saja. Padahal selain fungsinya untuk beribadah, ada rahasia dibalik gerakan sholat yang bisa membuat tubuh sehat. Ibadah shalat pada hakekatnya terdiri dari tiga unsur, yakni :

  • gerakan shalat
  • bacaan doa
  • kekhusyukan hati menjalankan ibadah shalat yang ditandai dengan pemahaman arti doa atau ayat suci yang diucapkan.

Ketiga unsur tersebut, menjadi satu rangkaian yang tak bisa dipisahkan dalam menjalankan ibadah shalat.

Hikmah Gerakan Sholat Bagi Kesehatan

Namun dari ketiga unsur yang terdapat dalam shalat tersebut, unsur gerakan ternyata tak hanya memiliki makna sebagai gerakan ibadah. ternyata setiap tahapan yang berlangsung dalam ibadah shalat, memberi manfaat kesehatan bagi orang yang melaksanakannya bila setiap tahapan gerakan ibadah shalat yang dilaksanakan, sesuai dengan tuntunannya.

Sejak awal shalat yang ditandai dengan ‘Takbiratul Ihram’ hingga ‘Salam’ yang mengahiri rangkaian ibadah shalat, seluruhnya memiliki rangkaian gerakan ibadah yang memberi manfaat bagi kesehatan.

Gerakan tangan

Saat tangan terangkat maka rusuk akan ikut terangkat sehingga menimbulkan pelebaran rongga dada. Pada saat itu, mestinya udara nafas akan masuk. Tapi bersamaan dengan itu, orang yang akan memulai shalat ternyata harus mengucapkan Takbir, sehingga memaksa udara harus mengalir keluar.

Dalam Takbiratul Ihram yang ditandai dengan mengangkat kedua telapak tangan hingga keduanya sejajar dengan telinga kanan-kiri, memberi manfaat kesehatan pada organ tubuh paru-paru, sekat rongga dada dan kelenjar getah bening. Hal ini menyebabkan sekat rongga dada (diafragma) menjadi terlatih.

Tangan di atas dada

Setelah takbiratul ihram, maka kemudian kedua telapak tangan akan diletakkan di dada. Dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas dada, maka bahu kanan-kiri otomatis akan terangkat dan ketiak sebagai stasiun peredaran limfe akan tetap terbuka.


Selain itu, ketika tangan terangkat maka ketiak pun akan terbuka. Padahal ketiak merupakan induk atau stasiun dari peredaran kelenjar getah bening (limfe) di seluruh tubuh. Dengan gerakan takbir yang berulang-ulang dalam gerakan shalat, maka secara tidak langsung melakukan active pumping kelenjar getah bening ke seluruh tubuh.

Gerakan ruku

Dalam gerakan ruku, yang benar posisi punggung, leher dan kepala harus membentuk haris horisontal. Dengan posisi ini, berat badan bergeser ke depan, sehingga terjadi relaksasi atau peregangan ruas tulang belakang. Relaksasi ini sangat bermanfaat untuk memelihara tulang belakang yang selalu terkompresi. Tapi adanya relaksasi ruas tulang belakang ini hanya dialami bagi orang yang melaksanakan ruku dalam waktu yang cukup. Bagi orang yang shalatnya dilaksanakan dengan buru-buru, manfaatnya mungkin tidak akan terlalu terasa.

Gerakan Sujud

Dalam gerakan sujud, memberi manfaat bagi daya tahan pembuluh darah di otak. posisi kepala yang lebih rendah dari jangtung, menyebabkan darah menumpul di pembuluh darah otak. Hal ini secara tidak langsung melatih pembuluh darah di otak seorang muslim, agar tidak mudah terserang stroke. ”Jadi bisa dikatakan, gerakan sujud ini merupakan gerakan anti stroke.

Gerakan Antara 2 Sujud

Kemudian, gerakan duduk di antara dua sujud, ternyata memperkuat jantung berikut sistem sirkulasi darah di seluruh bagian tubuh. saat seorang muslim yang melaksanakan ibadah shalat berada dalam posisi duduk di antara dua sujud, ternyata aliran darah seseorang tidak akan sampai ke bagian kedua kaki bagian bawah.

Gerakan terakhir

BACA JUGA:
7 Amalan Keutamaan Hari Jumat

Mencontoh Kebiasaan Rasulullah dalam Membaca Alquran

Terakhir, gerakan salam yang ditandai dengan menolah ke kanan dan ke kiri hingga kedua pipi terlihat oleh orang yang berada di belakangnya, ternyata menimbulkan relaksasi pada otot dan tulang leher. Di leher, terdapat banyak sekali jaringan sistem syaraf dan juga pembuluh darah yang menghubungkan kepala dan baguan badan. Gerakan salam ini, secara tidak langsung akan menghindarkan seseorang untuk mengalami gangguan syaraf,” Saturasi darah pada jari kaki orang yang sedang duduk di antara kedua sujud, ternyata nol. Denyut nadi tidak terasa sama sekali, saat orang dalam posisi duduk seperti ini.

Hal ini ternyata secara tidak langsung melatih jantung berikut urat-urat nadi seseorang. ”Seperti air kran yang mengalir melalui selang, bila selang secara berulang-ulang dipencet-dibuka berulang-ulang, secara tidak langsung hal ini akan membuat selang menjadi lebih elastis, sekaligus membersihkan kotoran yang terdapat dalam selang.

Categories
Artikel

Manfaat dan Niat Puasa Arafah Menjelang Idul Adha

 Puasa Arafah merupakan salah satu dari tiga puasa sunah jelang Iduladha, selain puasa Dzulhijjah dan Tarwiyah. Ketiga puasa ini dilakukan selama 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah, sebagai hari yang istimewa.

Umat Muslim sendiri sangat dianjurkan melakukan ibadah puasa Arafah. Puasa ini memiliki ketetapan hukum sunah muakkad, yang berarti ‘mendekati wajib’.

Ilustrasi kurma untuk makanan buka puasa

Banyak orang yang belum mengetahui kapan puasa Arafah dilaksanakan. Puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah. Artinya berdasarkan kalender masehi dilaksanakan pada Senin 19 Juli 2021.

Sebelumnya, Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2021 atau 10 Dzulhijjah 1442 Hijriyah, jatuh pada Selasa 20 Juli 2021.

Melalui pengumuman dari Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan berdasarkan hasil hisab posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk.

“Dengan demikian, 1 Dzulhijjah 1442 H jatuh pada Minggu tanggal 11 Juli 2021 Masehi,” ujarnya dikutip dari YouTube Kemenag RI.

Hukum puasa Arafah adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan).

Puasa Arafah sangat istimewa karena Allah membanggakan para hamba-Nya yang sedang berkumpul beribadah di Arafah, tempat di hadapan para Malaikat.

Sedangkan kaum muslimin yang tidak sedang berwukuf di Arafah pun disyariatkan beribadah sebagai gantinya berpuasa satu hari saat kaum muslimin yang berhaji berwukuf di Arafah.

Dengan puasa Arafah, Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa-dosa di tahun lalu dan yang akan datang.

Sebagaimana yang diketahui dari sabda Rasulullah SAW:

“Dapat menebus dosa tahun yang lalu dan yang akan datang.” (HR. Muslim).

Dalam hadis lain juga diungkapkan Rasulullah bersabda:

“Puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu tahun yang berlalu dan tahun yang akan datang”. (Riwayat jamaah ahli hadis kecuali Bukhori dan Turmudzi).

Niat Puasa Arrafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunah karena Allah ta’ala.”

Sebagai umat Islam, ada baiknya kita melakukan ibadah puasa Arafah untuk mendapatkan pahala dan berbagai manfaatnya untuk diri sendiri.

 

Sumber : https://halamanbogor.blogspot.com/2021/07/hukum-dan-niat-puasa-arafah-sebelum.html

Categories
Artikel

Surat Edaran Sholat Idul Adha Dari Rumah dan Malam Takbiran Idul Adha 1442 H / 2021 M di Masa PPKM Darurat

Sehubungan dengan perayaan hari besar umat Islam untuk Idul Adha 1442 H,  Menteri Agama (Menang) RI telah mengeluarkan surat edaran mengenai penyelenggaraan Shalat Idul Adha dan tata cara pelaksanaan kurban 1442 H/ 2021 M, serta tata cara penyembelihan hewan kurban saat PPKM Mikro di tengah pandemi Covid-19.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul adha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan (PPKM Darurat).

Ibadah di Masa Pandemi Harus Mematuhi protokol kesehatan

“Surat edaran ini diterbitkan sebagai tindaklanjut atas kebijakan Pemerintah yang telah menetapkan PPKM Darurat pada 121 Kabupaten/Kota di Pulau Jawa dan Bali. Edaran ini mengatur secara lebih detail teknis pelaksanaan, dari mulai malam takbiran hingga penyembelihan kurban, termasuk terkait peniadaan sementara peribadatan di rumah ibadah pada wilayah yang masuk PPKM Darurat,” ujar Menag Yaqut Cholil Qouman di Jakarta dalam keterangan tertulisnya dikutip, Sabtu 3 Juli 2021.

Berikut ketentuan dalam edaran Menteri Agama No SE 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M di Wilayah Pemberlakuan PPKM Darurat.

1. Peniadaan Peribadatan di Tempat Ibadah

Pada saat pemberlakuan PPKM Darurat, peribadatan di tempat ibadah (masjid, musalla, gereja, pura, wihara dan klenteng, serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) yang dikelola masyarakat, pemerintah, maupun perusahaan, ditiadakan sementara dan kegiatan peribadatan dilakukan di rumah masing-masing;

2. Malam Takbiran dan Salat Hari Raya Idul Adha

Penyelenggaraan Malam Takbiran di masjid/musalla, takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dan Salat Hari Raya Iduladha 1442 H/2021 M di masjid/mushola yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, perusahaan atau tempat umum lainnya, ditiadakan di seluruh kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4 yang diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat (daftar kabupaten/kota terlampir)

3. Pelaksanaan Kurban

Pelaksanaan kurban wajib memenuhi ketentuan:

1. Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih.

2. Penyembelihan hewan kurban berlangsung dalam waktu tiga hari, yakni pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban.

3. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R);

4. Dalam hal keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan ketentuan.

1) Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi

a) Melaksanakan pemotongan hewan kurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik.

b) Penyelenggara melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban.

c) Menerapkan jaga jarak fisik antarpetugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.
d) Pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas kepada ke tempat tinggal warga yang berhak.

e) Petugas yang mendistribusikan daging kurban wajib mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk meminimalkan kontak fisik dengan penerima.

2) Penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban.

a) Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu/jalur masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun).

b) Petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan.

c) Setiap petugas yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama di area penyembelihan.

d) Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

e) Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah.

f) Petugas yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

3)Penerapan kebersihan alat.

a) Melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum dan sesudah digunakan, serta membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan.

b) Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan.

 

Sumber : https://halamanbogor.blogspot.com/2021/07/tata-cara-sholat-idul-adha-dari-rumah.html

Categories
Artikel

30 Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H

Hasil sidang isbat Kementerian Agama menetapkan 1 Dzulhijjah 1442 H jatuh pada 11 Juli 2021. Dengan demikian, Hari Raya Idul Adha juga diketahui, yakni jatuh pada 20 Juli 2021 atau tepat 10 Dzulhijjah 1442.

Meski demikian, perayaan Hari Raya Idul Adha  tahun masih dalam suasana pandemi. Masih terdapat pembatasan kegiatan dan diharuskan untuk tetap di rumah saja. Tentunya, hari raya akan tetap meriah, misal dengan saling mengirim ucapan. Berikut ini contoh atau referensi ucapan hari raya Idul Adha yang bisa kamu kirimkan ke teman atau saudara.

1. Malam Jumat baca surat yasin
Bacanya setelah salat Isya
Kumohon maaf lahir dan batin
Dan selamat hari raya Idul Adha

2. Bila kata merangkai dusta.
Bila langkah membekas lara.
Bila hati penuh prasangka,
dan bila ada langkah yang menoreh luka. Mohon bukakan pintu maaf.
Selamat Idul Adha 2021.

3. Senandung asma-Nya menghiasi malam menghampiri fajar
Sejuta umat menyambut hari kemenangan. Dihari yang indah dimasa yang tepat.

4. Semoga kurban Anda berkah, dicintai Allah, dan disayang tetangga. Selamat berbagai dan selamat hari raya Idul Adha.

5. Fitrah sejati adalah mengagungkan Allah
Dan syariat-Nya di alam jiwa
Di dunia nyata, dalam segala gerak
Di sepanjang nafas dan langkah
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini
Selamat Idul Adha 2021, mohon maaf lahir batin.

6. Ke Jakarta naik kendaraan
jangan lupa membeli roti
Mari kita sambut lebaran
dengan cara membelih sapi
Met hari raya Idul Adha.

7. Bukan kambing atau sapi yang menjadi esensi dari kurban tetapi tawdhu (kerendahan hati) dan keikhlasan, itulah makna kurban yang sebenarnya.

8. Karena mendoakan adalah cara mencintai yang paling rahasia. Ku doakan semoga hidupmu bahagia kawan. Selamat Idul Adha.

9. Bersama dengan gema takbir pada setiap pintu pintu masjid
Dan umat Islam menunaikan ibadah sholat sunnah berjamaah
Kami segenap keluarga mengucapkan selamat hari raya idul adha 1442 H
Semoga Allah swt selalu melapangkan rejeki dan keberkahan pada kita semua.

10. Sapi ataupun domba, bukannya esensi dari berqurban yang dilakukan, melainkan kerendahan hati dan keikhlasan yang mengiringinya. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf, lahir dan batin.

11. Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai pada Allah. Tetapi yang sampai padaNya adalah ketakwaan kamu. (QS. Al-Hajj: 37). Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.

12. Naik unta untuk pergi haji, berbekal iman serta ketakwaan. Idhul Adha adalah waktu untuk berbagi, lambang ukhuwah dan persaudaraan. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H.

13. Selamat Hari Raya Idhul Adha 1442 H. Semoga kita dapat meneladani pengorbanan serta ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS. Mohon maaf, lahir dan batin.

14.Semoga Allah SWT senantiasa menerima amalku dan amalmu serta mengampuni semua dosa-dosa yang pernah diperbuat baik disengaja maupun tidak, aamiin. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.

15. Orang yang lemah tidak mampu memaafkan karena memaafkan hanyalah milik orang-orang yang kuat. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.

16. Kala tetesan air mata Ibrahim AS jatuh menyaksikan keteguhan iman anaknya, Ismail AS maka kala itu sejarah agung makna sebuah pengorbanan tercipta. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf lahir dan batin.

17. Semoga kesehatan, kemagfiratan, serta kebahagiaan selalu menyertai kita yang ikhlas dalam berqurban. Selamat Hari Raya Idhul Adha 1442 H. Mohon maaf lahir dan batin.

18. Selamat menunaikan Hari Raya Idul Adha 1442 H dan berqurban. Semoga esensi utama dari qurban akan senantiasa tertanam dalam setiap jiwa dan hati kita. Mohon maaf, lahir dan batin.

19. Perayaan Idul Adha kembali saling mendekatkan kita. Saatnya meminta doa, bersama memohon harapan agar tahun ini amal ibadah kita bisa diterima. Selamat Idul Adha.

20. Idul Adha sudah semakin dekat, mari berqurban bagi yang mampu dan semoga membalas keikhlasan kita dengan kebaikan. Menjadikan kita hamba dan manusia yang lebih baik lagi. Aamiin. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf, lahir dan batin.

21. Sebelum gema takbir berakhir, izinkan saya untuk memohon maaf jika memiliki kesalahan. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Semoga kita diberikan berkah dan kesehatan terus-menerus. Aamiin.

22. Cinta sejati adalah sebuah keikhlasan, layaknya pengorbanan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih anaknya, Ismail AS. Semoga Allah selalu mengampuni dosa kita, dan senantiasa merahmati kita. Selamat Idul Adha 1442 H, mohon maaf lahir dan batin.

23. Awali hari qurbanmu dengan penuh senyuman dan kebahagiaan layaknya mereka yang bahagia menerima pemberianmu. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Semoga qurban yang dilakukan dipenuhi keberkahan oleh Allah SWT. Aamiin.

24. Air wudu basahi wajah, tunaikan salat adalah ibadah. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H, semoga persaudaraan kita tetap terjalin indah.
Mata, mulut, dan hati mungkin pernah berbuat salah tetapi pada momen ini, dengan kerendahan hati, saya memohon maaf agar kita bisa saling berbagi kebahagiaan. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf lahir dan batin.

25. Gema takbir mulai berkumandang, selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Semoga kita selalu diberkati rezeki dan kesehatan oleh Allah SWT agar bisa terus berkumpul bersama keluarga tercinta.

26. Semoga hari-hari ini kita dipenuhi kelezatan dari daging qurban. Iman kita diberi keteguhan, seteguh Ismail. Dan hidup kita dipenuhi bimbingan layaknya Ibrahim AS oleh Allah SWT. Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Mohon maaf lahir dan batin.

27. Mohon maaf lahir dan batin karena lisan dan tangan ini begitu ringannya menyakiti orang lain. Taqabbal Allahu Minna Wa Minkum. Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1442 H.

28. Untuk hati yang pernah terluka oleh tajamnya lidah. Untuk jiwa yang perih oleh buruknya tingkah laku. Untuk perasaan yang hancur oleh ego yang tak mau mengalah. Mohon maaf lahir dan batin.

29. Menyambung tali kasih, merajut benang cinta, beralas ikhlas, beratap doa. Semasa hidup bersimbah khilaf dan dosa, berharap dibasuh maaf. Selamat Idul Adha 2020.

30. Ayam berkokok menyambut pagi, tunaikan salat id bersama sanak saudari, keberkahan pagi nan fitri. Semoga Hari Raya Idul Adha ini selalu memberi arti.

Sumber: halamanbogor.blogspot.com

Categories
Artikel

Kemenag Mengeluarkan Panduan Ibadah Ramadhan Hanya untuk Zona Corona Hijau dan Kuning

 Kementerian Agama (Kemenag) telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Dalam surat edaran tersebut, Kemenag mengizinkan ibadah di masjid seperti buka puasa bersama, salat berjemaah, tadarus Al-Qur’an, serta iktikaf, dengan jumlah kehadiran maksimal 50% dari kapasitas masjid atau musala.

Ilustrasi Beribadah di Bulan Ramadhan  1442 H dengan Protokol Kesehatan

Surat edaran juga mengatur bahwa kegiatan harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak antarjemaah minimal 1 meter, dan membawa sajadah atau mukena masing-masing. Namun, ketentuan dalam surat edaran ini tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye.
“Edaran itu tidak berlaku untuk daerah yang masuk zona merah dan oranye berdasarkan ketetapan Satgas COVID-19 setempat,” ucap Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin di Jakarta, Jumat (9/4).
Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 telah menetapkan beberapa kriteria wilayah berdasarkan risiko penyebaran virus. Ada empat kriteria wilayah, yaitu zona hijau (tidak terdampak), zona kuning (risiko rendah), zona oranye (risiko sedang), dan zona merah (risiko tinggi).

“Edaran panduan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri bisa diberlakukan pada wilayah yang masuk zona hijau dan kuning,” jelas Kamaruddin.
Dia mengatakan, surat edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko COVID-19.

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syari lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama;

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti;

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan;

4. Pengurus masjid atau musala dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:
a. Salat fardu lima waktu, salat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50% dari kapasitas masjid atau musala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjemaah, dan setiap jemaah membawa sajadah serta mukena masing-masing;
b. Pengajian/Ceramah/Taushiyah/Kultum Ramadan dan Kuliah Subuh paling lama dengan durasi waktu 15 (lima belas) menit;
c. Peringatan Nuzulul Quran di masjid/musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat;

5. Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menujuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jemaah, seperti melakukan disenfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jemaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

6. Kegiatan ibadah Ramadhan di masjid/musala, seperti salat tarawih dan witir, tadarus Al-Quran, iktikaf dan Peringatan Nuzulul Quran tidak boleh dilaksanakan di daerah yang termasuk kategori zona merah (risiko tinggi) dan zona oranye (risiko sedang) penyebaran Covid-19 berdasarkan penetapan pemerintah daerah setempat.

7. Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, di daerah yang masuk kategori risiko rendah (zona kuning) dan aman dari penyebaran Covid-19 (zona hijau), wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50% dari kapasitas tempat/lapangan.

8. Vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di bulan Ramadhan berpedoman pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi Covid-19 Saat Berpuasa, dan hasil ketetapan fatwa ormas Islam lainnya.

9. Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sadaqah (ZIS) serta zakat fitrah oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan massa.

10. Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah bashariyah serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat.

11. Para mubaligh/penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah.

12. Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H/2021 M dapat dilaksanakan di masjid atau di lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, kecuali jika perkembangan Covid-19 semakin negatif (mengalami peningkatan) berdasarkan pengumuman Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk seluruh wilayah negeri atau pemerintah daerah di daerahnya masing-masing.

 Sumber

Categories
Artikel

3 Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

Seperti yang kita tahu, ayat kursi diketahui dapat melindungi kita dari hal-hal buruk atas izin Allah. Selain itu, bacaan ayat kursi menjadi amalan baik bagi kita umat manusia agar lebih dekat dengan Sang Maha Pencipta. 

Sebuah dalil menjelaskan bahwa hanya Allah yang wajib untuk disembah dan Dia akan hidup kekal abadi serta selalu mengurus ciptaan-Nya. Dia tidak pernah tidur ataupun mengantuk. Segala yang ada di bumi, langit, bahkan diantara keduanya merupakan milik Allah semata. Tidak ada yang boleh memberikan manfaat kecuali atas izin-Nya. Allah mengetahui segala yang terjadi, baik itu peristiwa secara terang-terangan ataupun sembunyi-bunyi. Jangankan sebuah peristiwa, Allah juga dapat mengetahui apa yang ada di hati dan fikiran kita. Berbeda dengan manusia yang tidak mengetahui apapun dari ilmu Allah kecuali kehendak-Nya.

Ilustrasi : Qur’an in Tokyo Camii Mosque Sumber: Photo by Anis Coquelet on Unsplash

Berikut ini adalah tiga waktu untuk membaca ayat kursi, iaitu:

1. Ketika Pagi dan Petang

Sebuah hadits menjelaskan bahwa barang siapa yang melafalkan ayat kursi pada petang hari maka ia akan dilindungi oleh Allah dari gangguan apapun hingga pagi hari. Sedangkan, jika ia melafalkan ayat kursi pada pagi hari maka ia juga akan dilindungi hingga petang harinya. Amalan ayat kursi akan membuat hidup kita lebih tenang kerana dilindungi oleh Rasulullah.

2. Setelah Salat Lima Waktu

Sebuah hadits berisi jika kita melafalkan ayat kursi setelah shalat lima waktu maka tidak ada yang menghalangi kita untuk masuk ke surga. Maksudnya ialah, ketika kita mati dan semasa hidup telah mengamalkan ayat kursi dan membacanya setalah shalat lima waktu maka ia akan masuk ke surga tanpa halangan apapun.

3. Sebelum Tidur

Waktu ini dijelaskan ketika Abu Hurairah mengadu kepada Rasulullah mengenai seseorang yang mengajarkan ayat kursi padanya. Abu Hurairah menjelaskan bahawa ada seseorang yang mengaku bahwa dia akan mengajari Hurairah suatu kalimat sehingga Allah akan memberikan manfaat baginya. Kemudian Rasul bertanya apakah kalimat yang diajarkan. Hurairah menjawab jika orang tersebut mengatakan bahawa ketika Abu Hurairah akan pergi tidur, maka ia dianjurkan membaca ayat kursi terlebih dahulu. Oleh kerana itu, Allah akan melindunginya dari syaitan yang mendekati dan Allah akan selalu menjaganya hingga pagi hari. Setelah mendengar hal itu, Rasul membenarkan perkataan orang tersebut. Meskipun sebelumnya, ia adalah seorang pendusta, tetapi apa yang dikatakan pada Abu Hurarah adalah benar. Lalu, Rasul memberitahu Abu Hurairah bahawa yang mengajarkan kepadanya beberapa waktu lalu adalah syaitan.

Sebuah hadits menjelaskan bahawa ayat di dalam Al-Qur’an yang paling agung adalah ayat kursi. Hal ini menunjukkan jika ayat kursi memiliki keutamaan yang harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, beberapa orang mungkin masih bingung mengapa ayat kursi memiliki keagungan yang lebih. Imam Nawawi menjelaskan bahwa di dalam kalimat ayat kursi, terdapat sifat dan nama Allah yang penting, iaitu sifat ilahi, sifat hidup, wahdaniyah, sifat ilmu, sifat kekuasaan, sifat kerajaan, dan sifat kehendak. Ketujuh sifat dasar itu terkandung di dalam bacaan ayat kursi ini.

Sebagai seorang muslim, seboleh mungkin memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk lebih mengingat Allah. Meskipun semua ayat Allah memiliki manfaat, ayat kursi memiliki keutamaan yang boleh kita gunakan sebagai amalan sehari-hari.

Categories
Artikel

What is Mukena ? What does mukena mean ?

You may hear a lot about hijab, kind of clothes for moslem woman. A lot type of hijab, depends on country. Mukena is one kind if hijab. Mukena is a fashion prayer equipment for muslim women typical of Indonesia. Actually, There are no detailed rules regarding what kind of clothing should be used for prayer in Islam religion. There are only general principles that clothing for prayer should cover the genitals and clean from stains or dirt.

Sumber / credit : nufaesah(dot)com

But, mukena is popular and a distinctive cultural product of Indonesia. Based on history, said to be the result of adaptations made by ancient saints when they spreading Islam around archipelago (Nusantara). At that time the way to dress Indonesian women was to wear a dress that showed the upper chest to the head, to adjust to the Islamic dress, a simple mukena was made but it could cover the entire limb except the face and palms.

what is mukena in english
Style of Mukena with lilac color

Initially, Mukena’s color was always identical to white, but in its development along with technological advances in the field of textiles, the models, colors and patterns of mukena also experienced continuous changes.

In its development Mukena in Indonesia has many variations of motives that are very diverse, the fabric used is also diverse, the characteristics of the fabric used for mukena are cool non-hot material, the material is mukena made from silk fabric.