Categories
Artikel Muslimah Kumpulan Doa

Isi dan Makna Surat Al Kautsar

Surat Al-Kautsar merupakan satu di antara surat pendek di dalam mushaf Al-Qur’an. Di antara isi Al Quran yang terdiri dari 30 juz, 114 surat, dan 6666 ayatBahkan saat salat, surat Al-Kautsar sering menjadi pilihan suratan yang dibaca. Surat ini terletak di urutan ke-108 di dalam Al-Qur’an. Tepatnya terletak di antara surat Al-Ma’un dan surat Al-Kafirun.

Surat Al Kautsar
Ilustrasi Al-Qur’an, Surat Al-Kautsar.

Meski suratnya pendek, namun maknanya dalam. Demikian menurut saat Profesor Muhammad Quraish Shihab selaku Pendiri Pusat Studi Al Quran dalam wawancara oleh putrinya sendiri, di kanal youtube Najwa Shihab.

Isi dan Makna Surat Al Kautsar

Ayat 1

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَ

Inna a’thoinaa kal kautsar

“Sesungguhnya Kami telah menganugerahkan kepadamu (Nabi Muhammad SAW) Al Kautsar (yakni kebajikan yang banyak, termasuk sungai di Surga yang dijanjikan Allah SWT.”

Arti ayat Surat Al Kautsar menurut Quraish Shihab ini adalah tentang anugerah kepada Rasulullah SAW beserta dampak buruk orang yang membenci Nabi Muhammad SAW. Selain itu, surat ini bertujuan mengajak umat Islam sangat menghormati Nabi Muhammad SAW. Bukan hanya sebagai nabi, tetapi sebagai manusia.

Umat Non-muslim menghormati Nabi Muhammad SAW sebagai manusia. Oleh karena itu, sebagai umat muslim wajib memberikan penghormatan lebih besar yakni sebagai manusia dan sebagai nabi.

Surat ini menggambarkan kedudukan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT dan ancaman bagi mereka yang membencinya. Baik membenci ajaran maupun pribadinya.

Ayat 2

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Fasholli lirabbika wanhar

“Maka berdoalah demi Tuhan Pemeliharamu dan sembelihlah (binatang untuk engkau sedekahkan kepada yang membutuhkan).”

Quraish Shihab menyebutkan arti ayat Surat Al Kautsar kedua ini memberikan tuntunan kepada manusia jika memperoleh anak maka sembelilah binatang sebagai tanda syukur atau yang biasa disebut Aqiqah.

Ayat 3

اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ

Innasyaa ni aka huwal abtar

“Sesungguhnya pembencimulah yang terputus dari keturunan dan kebajikan.”

Ayat ini menerangkan bagi siapapun yang membenci dan memusuhi Nabi tidak lagi dikenal keturunannya. Mereka terputus dari kebajikan.

Asbabun Nuzul surah ini yakni ketika Nabi Muhammad SAW dianugerahi putra tetapi meninggal dunia. Orang-orang menganggap keturunan Nabi berhenti saat itu karena yang melanjutkan keturunan itu laki-laki bagi mereka. Kemudian turunlah surat ini.

BACA JUGA:
Keutamaan Dari Shalat Tahajud
Bacaan Niat, dan Doa Setelah Salat Tahajud

Surat ini seakan menjadi jawaban bahwa keturunan Nabi Muhammad SAW itu juga termasuk perempuan. Sama halnya Nabi Isa AS yang tidak memiliki ayah, Nabi Isa AS adalah keturunan Maryam, seorang perempuan.

Itulah penjelasan tentang arti ayat Surat Al Kautsar oleh Quraish Shihab. Jika ingin mendengarkan lebih lengkap bisa mengunjungi video tersbut di tautan INI

Categories
Kumpulan Doa

Bacaan Niat, dan Doa Setelah Salat Tahajud

Salat Tahajud merupakan salat sunah yang dilakukan pada malam hari, yakni pada sepertiga malam akhir atau setengah malam akhir.

Tidak ada waktu tepatnya, tetapi diperkirakan antara pukul 01.00 hingga 04.00, dan dilakukan setelah terbangun dari tidur (meskipun sejenak).

Tentang keutamaan salat sunah ini bisa dilihat di:

Keutamaan Dari Shalat Tahajud

 

mukena dipakai salat tahajud
Ilustrasi : Muslimah mengenakan mukena saat shalat

Berikut bacaan niat, tata cara, dan doa setelah salat Tahajud, dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah karya Muhammad Syukron Maksum:

Niat Salat Tahajud

صَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى

Ushallii sunnatat tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

Setelah membaca niat salat Tahajud, lakukan salat 2 rakaat dengan 2 kali sujud dan 1 kali salam.

Kemudian, lakukan pengulangan salat 2 rakaat jika ingin mengikuti kebiasaan Rasulullah Saw.

Tidak ada kewajiban untuk membaca doa tertentu setelah mengerjakan salat Tahajud.

Namun, yang perlu dilakukan adalah berzikir dan memohon ampunan serta berserah diri kepada Allah SWT.

Doa setelah Salat Tahajud

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadis Bukhari dinyatakan, bahwa Rasulullah SAW jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ. فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَنْتَ إِلٰهِيْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma lakalhamdu annta nuurussamaawaati wal’ardhi wa manfiihina wa lakalhamdu annta, wa lakalhamdu annta qayyimussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta rabbussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna.

Wal lakalhamdu annta mulkussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna, wa lakalhamdu annta malikussamaawaati wal’ardhi wa manfiihinna wa lakalhamdu anntalhaqq wa wa’dukalhaqq, wa liqaa’uka haqq, wa qauluka haqq, waljannatu haqq, wannaaru haqq, wannabiyuuna haqq, wa muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallam haqq, wassaa’atu haqq.

Allahumma laka aslamtu wa ‘alaika tawakkaltu wa bika aamanntu wa ilaika anabtu wa bika khaashuamtu wa ilaika haakamtu fagfirlii maa qaddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, anntalmuqaddimu wa anntalmu’akhkhiru laa ilaaha illaa annta anta ilaahii laa illaa annta.

Artinya:

“Ya, Allah! Bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi serta seisinya. Bagi-Mu segala puji dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya.

Bagi-Mu segala puji, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga adalah benar (ada), Neraka adalah benar (ada), (terutusnya) para nabi adalah benar, (terutusnya) Muhammad adalah benar (dari- Mu), peristiwa hari kiamat adalah benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku pasrah, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku kembali (bertaubat), dengan pertolongan-Mu aku berdebat (kepada orang-orang kafir), kepada-Mu (dan dengan ajaran-Mu) aku menjatuhkan hukum.

Oleh karena itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang hak disembah kecuali Engkau.”

Categories
Kumpulan Doa

Doa Sebelum Belajar dan Doa Sesudah Belajar

 Puncak dari ilmu pengetahuan adalah akhlak, demikian ucapan Ustadz Abdul Somad di salah satu ceramahanya tahun 2018 silam. Karena itu tidak terkecuali bagi para wanita muslim. Muslimah yang sudah siap belajar, jangan lupa untuk berdoa terlebih dahulu.

Doa sebelum belajar dan doa sesudah belajar
Ilustrasi Sedang Belajar

Doa Sebelum belajar

Membaca doa sebeluk belajar tidak hanya agar ilmu mudah dipahami, doa sebelum belajar dibaca agar ilmu yang kita dapat menjadi berkah. Membaca doa sebelum belajar sangat dianjurkan, agar ilmu yang kamu pelajari mudah dipahami dan menjadi berkah.

Berikut ini adalah doa sebelum belajar dan doa setelah belajar lengkap bahasa Arab, latin dan Indonesia.

رَضِتُ بِااللهِ رَبَا وَبِالْاِسْلاَمِ دِيْنَا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيَا وَرَسُوْلاَ رَبِّ زِدْ نِيْ عِلْمًـاوَرْزُقْنِـيْ فَهْمًـا

Rodhitu billahi-robba, wabil islaamidina, wabi-muhammadin nabiyyaw warosula. Robbi zidnii ‘ilmaa warzuqnii fahmaa

Artinya: “Aku ridho Allah SWT sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul. Ya Allah, tambahkanlah kepadaku ilmu dan berikanlah aku pengertian yang baik”

رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا وَارْزُقْنِيْ فَهْمًا وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Robbi zidnii ‘ilma warzuqni fahma, waj’alnii minash-shoolihiin

Artinya : “Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu dan berikanlah aku rizqi akan kepahaman, Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang shaleh”

doa sesudah belajar
Ilustrasi Belajar

Doa Sesudah Belajar

اَللّٰهُمَّ اِنِّى اِسْتَوْدِعُكَ مَاعَلَّمْتَنِيْهِ فَارْدُدْهُ اِلَىَّ عِنْدَ حَاجَتِىْ وَلاَ تَنْسَنِيْهِ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Allaahumma inni istaudi’uka maa ‘allamtanihi fardud-hu ilayya ‘inda haajati wa la tansanihi ya robbal ‘alamiin

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya ku titipkan kepada-Mu apa yang telah Engkau ajarkan kepadaku, maka kembalikanlah dia kepadaku disaat aku membutuhkannya. Janganlah Engkau buat aku lupa kepadanya. wahai Tuhan pemelihara alam.”

اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّـبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ

Allahumma arinal haqqa haqqa warzuqnat tibaa’ah. Wa arinal baathila ba-thilan warzuqnaj tinaabahu

Artinya: “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran, sehingga kami dapat mengikutinya. Dan tunjukkanlah kepada kami kejelekan sehingga kami dapat menjauhinya”

رَبَّنَا انْفَعْنَا بِمَاعَلَمْتَنَا الَّذِيْ يَنْفَعُنَا وَزِدْنَا عِلْمًا وَالْحَمْدُلِلّٰهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

Rabbanan fa’naa bima ‘alamtanaldzi yanfa’una wa zidna ‘ilman walhamdulillahi ‘ala kullihal

Artinya: “Ya Tuhan kami, jadikanlah ilmu kami ilmu yang bermanfaat, ajarkan kami apa-apa yang bermanfaat bagi kami serta tambahkan ilmu bagi kami, segala puji hanya bagi Allah dalam setiap keadaan.”